Pelan-pelan aja dulu
Jujur, ini udah lama kepikiran. Tiap kali kelar ngerjain satu halaman, atau pas ngeh ada hal kecil yang sayang kalau dilewatin, aku selalu bilang ke diri sendiri “nanti deh ditulis”. Dan “nanti” itu nggak pernah dateng. Jurnal ini cara aku berhenti nunda.
Namanya Kyoma Journal, bagian dari Kyoma. Tapi aku nggak mau ini jadi etalase yang kaku. Anggep aja buku catatan yang kebetulan bisa kamu baca juga.

Kenapa santai aja
Aku nggak mau ngejar jadwal terbit atau ngitung udah nulis berapa. Kalau dipaksain, biasanya malah mandek di tengah. Jadi di sini aku nulis pas emang ada yang pengen dicatat, bukan karena kalender nyuruh.
Banyak hal bagus itu butuh waktu biar kelihatan. Halaman yang akhirnya kerasa pas biasanya udah dibongkar berkali-kali. Anggrek di teras aku juga butuh berbulan-bulan sebelum akhirnya berbunga. Dua-duanya nggak seru kalau diceritain sekaligus. Lebih enak dilihat tumbuhnya.
Apa aja yang bakal ada di sini
Kira-kira tiga macam.
Tulisan lepas: catatan pendek soal proses kerja, keputusan desain, atau hal kecil yang aku perhatiin di sekitaran Bali.
Seri: kalau satu topik kepanjangan buat sekali baca, aku pecah jadi beberapa bagian yang nyambung.
Perjalanan: nah ini yang paling aku suka. Satu hal yang aku rawat dari waktu ke waktu, dicatat per entri, biar kelihatan tumbuhnya.
Kalau kamu nyasar ke sini dan baca sampai bawah, makasih ya. Nggak ada janji muluk soal seberapa sering aku bakal nulis. Yang jelas, tiap catatan di sini ditulis karena pengen, bukan karena harus. Selamat menikmati yang tumbuh pelan-pelan.
0 komentar
Jadilah yang pertama berkomentar.