Part 4: List dan Tuple
Di PHP, array itu pisau serbaguna. Dia bisa jadi daftar berurutan, bisa jadi pasangan kunci dan nilai, semua pakai satu tipe yang sama. Praktis, tapi juga bikin satu tipe itu nanggung banyak peran. Python ngambil jalan beda. Dia mecah kebutuhan itu jadi beberapa tipe koleksi yang lebih spesifik, dan tiap tipe punya kelebihannya sendiri. Di part ini kita kenalan sama dua yang paling sering dipakai, list dan tuple. Dua tipe sisanya, dictionary dan set, kita bahas di part berikutnya.
Langkah 1: Bikin list dan ambil isinya
List itu padanan paling dekat dari array berurutan di PHP. Kumpulan nilai yang punya urutan, dibungkus kurung siku.
Ngambil isinya pakai nomor indeks di dalam kurung siku, persis kayak PHP, dan nomornya juga mulai dari nol. Jadi buah[0] itu apel. Tapi ada satu kejutan menyenangkan: buah[-1] ngambil elemen terakhir. Angka minus ngitung dari belakang, jadi kamu nggak perlu tahu panjang listnya buat ambil item paling akhir. Ini hal yang nggak ada di array PHP.

File koleksi.py setelah langkah pertama, satu list dibuat dan diambil isinya.
Jalanin pakai python part-04/koleksi.py. Hasilnya tiga baris.

Hasil run pertama, isi list dan dua elemen yang diambil.
Langkah 2: Ubah isi list
List itu bisa diubah isinya setelah dibuat. Ini tiga operasi yang paling sering kepake.
Baca satu-satu. append() nambah item di akhir, padanannya array_push() atau $buah[] = ... di PHP. Lalu buah[1] = "durian" ngeganti elemen di indeks satu, sama persis kayak PHP. Terakhir remove() ngehapus item berdasarkan nilainya. Yang ini di PHP lebih ribet, kamu perlu cari dulu posisinya baru unset. Di Python cukup sebut nilainya. Urutan di kode itu berpengaruh, jadi hasil akhirnya dibaca dari atas ke bawah secara berurutan.

File setelah ditambah tiga operasi pengubahan list.
Jalanin lagi. Baris paling bawah nunjukin list yang udah berubah.

Hasil run kedua, list berubah jadi durian, pisang, jeruk.
Langkah 3: Iris, hitung, dan cek isi
Tiga operasi yang bakal sering kamu pakai buat ngulik list.
angka[1:3] namanya slicing, ngambil potongan list dari indeks 1 sampai sebelum indeks 3. Jadi yang keambil indeks 1 dan 2, yaitu 20 dan 30. Perhatiin baik-baik, angka di belakang tanda titik dua itu nggak ikut keambil. Ini jebakan yang sering bikin orang keliru di awal. Padanannya di PHP array_slice(), tapi cara Python lebih ringkas. Lalu len() ngitung jumlah elemen, padanan count() di PHP. Dan 30 in angka ngecek apakah nilai itu ada di dalam list, hasilnya True atau False. Ini padanan in_array() di PHP, dan jauh lebih enak dibaca.

File setelah ditambah operasi slicing, len, dan cek isi.
Jalanin lagi. Tiga baris baru muncul di bawah.

Hasil run ketiga, potongan list, jumlah elemen, dan hasil pengecekan.
Langkah 4: Tuple, list yang dikunci
Tuple itu mirip list, sama-sama kumpulan berurutan. Bedanya satu dan itu penting: tuple nggak bisa diubah setelah dibuat. Bungkusnya pakai kurung biasa, bukan kurung siku.
Ngambil isinya sama kayak list, pakai indeks. Jadi koordinat[0] ngasih nilai pertama. Yang beda, kalau kamu coba ngubah isinya, misalnya koordinat[0] = 0, Python bakal nolak dan ngasih error. Justru itu gunanya. Tuple dipakai buat data yang memang nggak boleh berubah, kayak koordinat lokasi, tanggal lahir, atau pasangan nilai yang sifatnya tetap. Dengan ngunci datanya, kamu kebantu mencegah perubahan yang nggak sengaja. PHP nggak punya padanan langsung buat ini, jadi tuple ini beneran hal baru buatmu.

File koleksi.py versi final, setelah ditambah tuple.
Jalanin terakhir kali. Semua hasil dari langkah 1 sampai 4 tampil lengkap.

Hasil run terakhir, seluruh output dari list sampai tuple.
Semua kode di part ini bisa kamu lihat lengkap di repo GitHub-nya, di folder part-04. Silakan clone atau intip buat bandingin sama punyamu.
Sekarang kamu udah pegang dua tipe koleksi dasar di Python. Yang penting dibawa: list itu kumpulan berurutan yang bisa diubah, dibungkus kurung siku, dan punya trik indeks minus buat ngambil dari belakang. Tuple serupa tapi dikunci, dibungkus kurung biasa, dipakai buat data yang nggak boleh berubah. Ingat juga slicing yang angka belakangnya nggak ikut keambil. Di Part 5 kita lanjut ke dua tipe koleksi sisanya, dan di sini kamu bakal ketemu padanan paling dekat dari array asosiatif PHP, yaitu dictionary, plus satu tipe unik bernama set.
Baca juga
0 komentar
Jadilah yang pertama berkomentar.